Cerita Member

Jejak Perjalananku Bersama DXIC dan Daihatsu Xenia ( Om Jenar – 1795 )

Tahun 2018 menjadi salah satu titik penting dalam hidupku. Tahun itu, tanpa banyak pertimbangan, aku memutuskan bergabung dengan sebuah komunitas yang sebelumnya hanya kukenal lewat cerita teman dan unggahan media sosial: Daihatsu Xenia Indonesia Club, atau yang lebih akrab disebut DXIC. Awalnya, bagiku ini hanyalah sebuah langkah kecil dengan sebuah keinginan yang sederhana yaitu sekadar mencari teman baru sesama pengguna Xenia. Namun perjalanan waktu ternyata mengubah langkah kecil itu menjadi satu petualangan besar yang penuh kisah, tawa, tanggung jawab, dan persaudaraan yang tak pernah kuduga sebelumnya.

Ketika pertama kali masuk grup dan melihat banyaknya aktivitas yang dilakukan anggota, aku merasa seperti memasuki dunia baru. Ada yang membicarakan modifikasi ringan, perawatan mesin, jalur touring terbaik, hingga candaan khas yang membuat suasana terasa hangat. Tapi pengalaman paling berkesan terjadi ketika aku pertama kali datang kopdar.

Beberapa minggu setelah bergabung, aku memberanikan diri hadir ke kopdar di salah satu region. Jujur saja, ada rasa canggung. Aku tidak mengenal siapa pun. Namun ketika tiba, sambutan hangat dari para member membuat kegugupanku cepat menghilang. Dari kopdar pertama itu, aku mulai mencoba menghadiri kopdar di beberapa region yang berbeda. Setiap region memiliki karakter unik: ada yang ramai oleh diskusi teknis, ada yang penuh tawa, ada yang disiplin dan tertata. Dan di setiap tempat itu, aku selalu pulang dengan perasaan bahagia, seolah menemukan kepingan keluarga baru.

Semakin lama, keterlibatanku dalam kegiatan DXIC semakin dalam. Aku mulai ikut agenda tur, bakti sosial, hingga acara-acara kompetitif. Salah satu yang paling membekas adalah ketika aku mewakili DXIC dalam turnamen badminton antar club di ADM. Rasanya seperti membawa bendera keluarga sendiri. Ada kebanggaan yang tak bisa diterjemahkan dengan kata-kata, karena aku tidak hanya mewakili komunitas, aku mewakili rasa kebersamaan yang tumbuh selama ini.

Dari kegiatan ke kegiatan, aku semakin merasakan bahwa DXIC bukan sekadar perkumpulan pemilik mobil. Ia adalah tempat bertemunya banyak cerita. Tempat wajah asing berubah menjadi sahabat, dan perjalanan jauh berubah menjadi pengalaman yang membentuk diri.

Seiring waktu berlalu, dan aku mulai dipercaya memegang amanah di dalam komunitas. Pertama kali aku diangkat menjadi Sekretaris Region Tangerang. Sebuah tugas yang ternyata jauh lebih menantang dari yang kubayangkan. Mengatur administrasi, mendampingi ketua region, merancang agenda, memastikan setiap kegiatan berjalan lancar, semua mengajarkan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

Kepercayaan itu terus bertambah hingga aku dipercaya menjadi Wakil Ketua Region. Dari posisi ini, aku melihat DXIC dari sudut yang berbeda: bukan lagi hanya sebagai anggota atau panitia acara, tetapi sebagai bagian yang ikut memastikan komunitas tetap solid, aktif, dan harmonis. Ada kepuasan tersendiri ketika melihat member hadir, tersenyum, dan saling mendukung dalam setiap kegiatan yang kami siapkan dengan sepenuh hati.

Perjalananku pun akhirnya membawaku lebih jauh, hingga aku bergabung dalam jajaran Pengurus Pusat, tepatnya sebagai Biro IT dan Web. Dari sini, aku belajar memandang DXIC sebagai organisasi besar dengan struktur, visi, dan misi yang terus berkembang. Tugas-tugas teknis yang kupegang membuatku terlibat dalam hal-hal yang mempengaruhi seluruh member di berbagai kota di Indonesia. Rasanya seperti naik level dalam permainan: tantangannya lebih sulit, tetapi kebanggaannya pun jauh lebih besar.

Salah satu hal yang paling aku syukuri dari perjalanan ini adalah kesempatan mengunjungi berbagai kota, bertemu member dari berbagai karakter dan latar belakang. Setiap perjalanan memiliki kisah unik: percakapan di rest area, tawa saat makan bersama, diskusi hangat tentang modifikasi, hingga momen-momen kecil yang tidak tercatat tetapi selalu membekas di hati.

Di setiap kota, aku merasakan hal yang sama: kehangatan. Seolah-olah aku tidak pernah berada jauh dari rumah. DXIC membuat seluruh Indonesia terasa seperti satu ruang tamu besar, di mana semua orang saling menyapa dengan ramah dan saling mengenal tanpa perlu perkenalan panjang.

Lebih dari Sekadar Mobil

Jika ada satu kesadaran terbesar yang kudapat dari perjalanan ini, itu adalah bahwa Xenia bukan sekadar mobil. Ia hanyalah jembatan. Yang membuatku tetap berada di DXIC bukanlah mesin, bukan modifikasi, bukan touring, melainkan persaudaraan yang terjalin di antara membernya.

DXIC mengajarkan bahwa keluarga tidak selalu lahir dari garis keturunan. Kadang, keluarga justru datang dari perjalanan, dari obrolan di pinggir jalan, dari gotong royong saat acara, atau dari sekadar bertemu setiap minggu untuk berbagi cerita. Dan aku bersyukur menjadi bagian dari keluarga besar itu.

Kini, setelah bertahun-tahun berlalu sejak pertama kali aku bergabung, aku sadar bahwa perjalanan ini belum selesai. Masih banyak cerita yang menunggu untuk ditulis, tempat-tempat yang siap dikunjungi, dan member-member baru yang kelak menjadi sahabat.

DXIC telah menjadi salah satu bagian terpenting dalam hidupku dimana tempat aku tumbuh, belajar, memberi, dan menerima. Tempat yang membuatku percaya bahwa persaudaraan adalah sesuatu yang bisa ditemukan di mana saja, bahkan dari sebuah mobil sederhana bernama Xenia.

Dan selama roda terus berputar, aku tahu perjalanan ini akan terus berlanjut.

#DXIC -1795

#”Xenia Menyatukan Kita ” 

#”Bersama Daihatsu Xenia – Bahagia Sejak Pertama”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *